pengaruh timbal balik antara orangtua, sekolah dan masyarakat

PENGARUH TIMBAL BALIK ANTARA ORANGTUA, SEKOLAH, DAN MASYARAKAT DALAM PERKEMBANNGAN PESERTA DIDIK
OLEH : MASLUHIN

Perkembangan peserta didik pada umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni hereditas, lingkungan proses perkembangan dan anugerah. Khusus faktor lingkungan disana terdapat peranan tri pusat pendidikan (Lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat) yang saling berhubungan baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama.
Setiap pusat pendidikan dapat memberikan kontribusi yang besar dalam kegiatan pendidikan, yakni:
1. Pembimbingan dalam upaya pemantapan pribadi yang berdudaya,
2. Pengajaran dalam upaya pemahiran, dan
3. Pelatihan dalam upaya keterampilan.

Hubungan dan Peran Keluarga dalam Perkembangan Anak
Keluarga sebagai satuan organisasi terkecil di masyarakat umumnya keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak dimana masing-masing anggota keluarga saling mempengaruhi, saling membutuhkan, semua meladeni seorang dan seorang meladeni semua. Dalam keluarga anak membutuhkan pakaian, makanan, bimbingan, dan sebaginya dari orangtua dan orangtua membutuhkan rasa kebahagiaan dengan keahiran anak.

Hubungan antara orangtua dan anak-anaknya dalam usaha mendewasakan anak menunjukkan bahwa pergaulan dalam keluarga mengandung gejala-gejala pendidikan. Dengan kedeketan itulah orangtua keluarga mempunyai arti penting dalam perkembangan anak.

Keluarga memiliki peranan penting untuk membentuk kepribadian dan watak anggota keluarganya. Dari satuan terkecil itu terbentuklah gagasan untuk terus mewariskan standar watak dan kepribadian yang baik yang diakui oleh semua golongan masayarakat, dan salah satu institusi yang mewarisakan kepribadian dan watak kepada masayarakat adalah sekolah.

Menurut Oqbum fungsi keluarga itu adalah sebagai berikut :
1. Fungsi kasih sayang
2. Fungsi ekonomi
3. Fungsi pendidikan
4. Fungsi perlindungan/penjagaan
5. Fungsi rekreasi
6. Fungsi status keluarga
7. Fungsi agama
Tanggung jawab pendidikan yang perlu disadarkan dan dibina oleh kedua orangtua terhadap anak, antara lain sebagai berikut:

  1. Memelihara dan membesarkannya
  2. Melindungi dan menjamin kesehatannya, baik secara jasmaniyah maupun rohaniyah dari berbagai gangguan penyakit atau bahaya lingkungan yang dapat membahayakan dirinya.
  3. Mendidiknya dengan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi kehidupannya, sehingga apabila ia telah dewasa ia mampu berdiri sendiri dan membantu orang lain (hablum minannas) serta melaksanakan kekhalifahannya.

Dalam mendidik anak Orangtua harus menghindari hal-hal sebagai berikut:

  1. Jangan sering melemahkan semangat anak dalam usahanya hendak berdiri sendiri
  2. Jangan memalukan atau mengejek anak-anak dimuka umum
  3. Jangan terlalu membeda-bedakan dan berlaku ”pilih kasih” terhadap anak-anak dalam keluarga.
  4. Jangan terlalu memanjakan anak, tetapi tidak baik pula jika tidak mempeduikan
  5. Membahagiakan anak untuk dunia dan akhirat dengan memberikan pendidikan agama sesuai dengan ketentuan Allah.

Kewajiban mendidik anak dinyatakan Allah dalam surat at-Tahrim ayat 6

Artinya:
”Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”

Hubungan dan Peran Sekolah dalam Perkembangan Anak
Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal, sekolah terdiri dari pendidik dan peserta didik. Antara mereka sudah barang tentu terjadinya saling hubungan, baik antara guru dengan murid-muridnya maupun antara murid dengan murid.

Guru-guru sebagai pendidik, dengan wibawanya dalam pergaulan membawa murid sebagai anak didik ke arah kedewasaan. Hubungan murid dengan murid juga menunjukkan suasana yang edukatif. Dalam hal inilah bisa terjadi pergaulan sehari-hari yang negatif maupun positif.

UURI No. 2 tahun 1989 tentang SISDIKNAS, dinyatakan bahwa satuan pendidikan yang disebut sekolah merupakan bagian dari pendidikan yang berjenjang dan berkesinambungan.

Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal memiliki tanggung jawab yang didasrkan pada 3 (tiga) faktor, yaitu:
1. Tanggung jawab keilmuan
2. Tanggung jawab formal
3. Tanggung jawab fungsional

Tanggung jawab sekolah atas sebagai kepercayaan orangtua dan masyarakat, yakni:

  1. Meneruskan dan mengembangkan pendidikan yang telah diletakan orangtua di rumah/lingkungan sosial
  2. Meluruskan dan mengarahkan dasar-dasar pendidikan yang baik agar kerugian akibat kesalahan pendidikan awal atau kesalahan sosial yang tak terkontrol bisa dicegah.
  3. Mempersiapkan peserta didik dengan pengetahuan dasar ini untuk menghadapi lingkungan sosialnya.

Hubungan dan Peran Masyarakat dalam Perkembangan Anak
Dilihat dari konsep pendidikan, masyarakat adalah sekumpulan banyak orang dengan berbagai ragam kukalitas diri mulai dari yang tidak berpendidikan sampai dengan yang berpendidikan tinggi. Sementara itu, dilihat dari lingkungan pendidikan, masyarakat disebut lingkungan pendidikan nonformal yang memberikan pendidikan secara sengaja dan terencana kepada seluruh anggotanya, tetapi tidak sistematis.

Masyarakat merupakan perwujudan kehidupan bersama manusia karena di dalam masyarakat berlangsung proses kehidupan sosial, proses antar-hubungan dan antar-aksi. Dalam konteks pendidikan, lingkungan masyarakat merupakan lembaga pendidikan selain keluarga dan sekolah yang akan membentuk kebiasaan, pengetahuan, minat dan sikap, kesusilaan, kemasyarakatan, dan keagamaan anak-anak. Dimasyarakatlah anak melakukan pergaulan yang berlangsung secara informal baik dari para tokoh masyarakat, pejabat atau penguasa, para pemimpin agama dan sebagainya.

Masyarakat yang dimaksud adalah orangtua wali peserta didik, anggota keluarga yang lain atau semua orang yang tinggal disekitar lingkungan sekolah. Dalam konteks menyeluruh masyarakat merupakan tempat anak hidup dan belajar menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Masyarakat sebagai lembaga pendidikan ketiga sesudah keluarga dan sekolah, mempunyai sifat dan fungsi yang berbeda dengan ruang lingkup dengan batasan yang tidak jelas dan keanekaragaman bentuk kehidupan social serta berjenis-jenis budayanya.

Setiap masyarakat mamiliki karekteristik tersendiri dan memiliki norma-norma. Dimana norma-norma tersebut sangat berpengaruh dalam pembentukan kepribadian warga dan bertindak dan bersikap. Identitas dan perkembangan masyarakat tersebut sedikit banyak akan berpengaruh terhapat sekolah. Pengaruh tersebut baik dalam orientasi dan tujuan pendidikan maupun proses pendidikan itu sendiri.

  1. Pengaruh masyarakat terhapat orientasi dan tujuan pendidikan.
    Hal ini dikarenakan sekolah merupakan institusi yang dilahirkan dari, oleh dan untuk masyarakat. Program pendidikan disekolah biasanya tercermin di dalam kurilkulum, yang dimana kurikulum ini selalu berubah-berubah sesuai dengan perkembangan masyarakat.
  2. Pengaruh masyarakat terhadap terhadap proses pendidikan. Pengaruh masyarakat yang dimaksud adalah pengaruh sosial budaya dan pertisipasinya.

Pengaruh dan peranan masyarakat terhadap sekolah dapat kita simpulkan sebagai berikut:
a. Sebagai arah dalam menentukan tujuan
b. Sebagai masukan dalam menentukan proses belajar mengajar
c. Sebagai sumber belajar
d. Sebagai pemberi dana dan fasilitas lainnya
e. Sebagai laboratorium guna pengembangan dan penelitian sekolah

Sekolah tidak akan terus berdiri dan pendidikan tidak akan berhasil dengan maksimal jika tidak di dukung oleh masyarakat, maka dari itu kedua sistem sosial ini saling mendukung dan melengkapi. Jika di sekolah dapat terbentuk perubahan sosial yang baik berdasarkan nilai atau kaidah yang berlaku, maka masyarakat pun akan mengalami perubahan sosial.

Sekarang hampir semua sekolah memempunyai komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah, masyarakat dari berbagai lapisan sosial ekonomi menyadari pentingnya dukungan masyarakat untuk keberhasilan pembelajaran di sekolah.

Mohammad Noor Syam, dalam bukunya Filsafat Pendidikan dan Dasar Filsafat Pendidikan Pancasila, mengemukakan bahwa hubungan masyarkaat dengan pendidikan sangat bersifat korelatif, bahkan seperti telur dengan ayam. Masyarakat maju karena pendidikan dan pendidikan yang maju hanya ditemukan dalam masyarakat yang maju pula.

Sementara itu, Sanafiah Faisal mengemukakan bahwa hubungan antar sekolah (pendidikan) dengan masyarakat paling tidak, bisa dilihat dari dua segi berikut :

    1. Sekolah sebagai patner masyarakat di dalam melaksanakan fungsi pendidikan.

Keduanya yaitu sekolah dan masyarakat dilihat sebagai pusat-pusat pendidikan yang potensial dan mempunyai hubungan yang fungsional.

    1. Fungsi pendidikan di sekolah sedikit banyak dipengaruhi pula oleh corak pengalaman seseorang di lingkungan masyarakat.
      Pengalaman pada berbagai macam kelompok pergaulan di dalam masyarakat, jenis bacaan, tontonan, serta aktifitas-aktifitas lainnya di tengah masyarakat.Kesemuanya membawa pengaruh terhadap fungsi pendidikan yang dimainkan oleh sekolah terhadap diri seseorang. Kondusif tidaknya dan positif tidak pengalaman seseorang di lingkungan masyarakat tidak dapat dielakan pengaruhnya terhadap keberhasilan fungsi pendidikan di sekolah.

      Karena hal itulah, maka sekolah juga berkepentingan dengan perubahan lingkungan seseorang ditengah-tengah masyarakat, antara lain bisa dilakukan dengan melakui fungsi layanan konseling, penciptaan forum komunikasi antara organisasi sekolah dengan lembaga-lembaga lainnya di masyarakat.

    2. Fungsi pendidikan di sekolah akan dipengaruhi oleh sedikit banyaknya serta fungsional tidaknya pendayagunaan sumber-sumber belajar di masyarakat.Kekayaan sumber-sumber belajar ditengah masyarakat seperti adanya perpustakaan umum, museum, kebun binatang, peredaran koran dan majalah serta sumber-sumber belajar lainnya, disamping berfungsi sebagai medium pendidikan bagi masyarakat luas, sumber-sumber tersebut juga bisa berfungsi pula untuk didayagunakan bagi fungsi penidikan sistem persekolahan.
    3. Sekolah sebagai prosedur yang melayani pesan-pesan pendidikan dari masyarakat dan lingkungannya.Berkenaan dengan sudut pandang tersebut, dapat dideskripsikan tentang hubungan rasional dimaksud.
    • Sebagai lembaga layanan terhadap kebutuhan pendidikan masyarakatnya, sekolah sudah tentu membawa konsekuensi-konsekuensi konseptual dan teknis sehingga berkesesuaian antara fungsi pendidikan yang dimainkan oleh sekolah dengan apa yang dibutuhkan masyarakat.
      Tujuan pendidikan, baik di tingkat tujuan institusional, tujuan kurikuler, maupun di tingkat tujuan instruksional (TIU dan TIK), semuanya harus disesuaikan secara rasional dengan persyaratan-persyaratan kemampuan dan kepribadian yang secara ideal maupun praktis diciptakan sesuai dengan kebutuhkan masyarakat bersangkutan.
    • Akurasi sasaran atau target pendidikan yang ditangani oleh lembaga atau organisasi persekolahan, akan ditentukan pula oleh kejelasan formulasi kontrak antara sekolah (selaku pelayan) dengan masyarakat selaku pemesan.Rumusan umum tentang kebutuhan dan cita-cita pendidikan yang diinginkan masyarakat, sudah tentu memerlukan operasionalisasi dan spesifikasi sehingga memungkinkan pengukuran terhadap terpenuhi fungsi layanan sekolah sebagaimana yang dibebankan oleh masyarkat.
      Dalam hal ini diperlukan pendekatan komprehensif didalam pengembangan program dan kurikulum untuk masing-masing jenis dan jenjang persekolahan yang diperlukan.
    • Penuaian fungsi sekolah sebagai pihak yang dikontrak untuk melayani pesanan-pesanan pendidikan oleh masyarakat, sedikit banyak akan dipengaruhi oleh ikatan-ikatan objektif diantara keduanya.
      Ikatan objektif dimaskud bisa berupa perhatian, penghargaan, dan topangan-topangan tertentu seperti dana, fasilitas, dan jaminan-jaminan objektif lainnya yang memberikan makna penting terhadap eksistensi dan produk di sekolahan.

Jika tidak disertai dengan jaminan dan ikatan-ikatan objektif, maka sedikit banyak akan berpengaruh pada penunaian fungsi lembaga persekolahan.

Sebagaimana yang dikemukakan terdahulu, masyarakat yang merupakan lembaga ketiga sebagai lembaga pendidikan, dalam konteks penyelenggaraan pendidikan itu sendiri besar sekali perannya. Bagaimanapun kemajuan dan keberadaan suatu lembaga pendidikan sangat ditentukan oleh peran serta masyarakat yang ada. Berikut ini adalah beberapa peran dari masyarakat terhadap pendidikan (sekolah).

  1. Masyarkat berperan serta dalam mendirikan dan membiayai sekolah.
  2. Masyarakat berperan dalam mengawasi pendidikan agar sekolah tetap membantu dan mendukung cita-cita dan kebutuhan masyarakat.
  3. Masyarakatlah yang ikut menyediakan tempat pendidikan seperti gedung-gedung meseum, perpustakaan, panggung-panggung kesenian, kebun binatang dan sebagainya.
  4. Masyarakatlah yang meyediakan berbagai sumber untuk sekolah. Mereka dapat diundang ke sekolah untuk memberikan keterangan-keterangan mengenai suatu masalah yang sedang dipelajari anak didik. Orang-orang yang mempunyai keahlian khusus banyak sekali di masyarakat, seperti petani, peternak, saudagar, polisi, dokter dan sebagainya.
  5. Masyarakat sebagai sumber pelajaran atau laboratorium tempat belajar.
    Disamping buku-buku pelajaran, masyarakat memberi bahan pelajaran yang banyak sekali, antara lain seperti aspek alami industri, perumahan, transportasi, perkebunan, petambangan dan sebagainya.

Untuk itu, sekolah perlu memanfaatkannya sebaik-baiknya, paling tidak pendidikan harus dapat mempergunakan sumber pengetahuan yang ada di masyarakat dengan alasan sebagai berikut.

  1. Dengan melihat apa yang terjadi di masyarakat, peserta didik akan mendapatkan pengalaman langsung (first hand experience) sehingga mereka dapat memiliki pengalaman yang konkret dan mudah diingat.
  2. Pendidikan membina anak-anak yang berasal dari masyarakat, dan akan kembali ke masyarakat.
  3. Di masyarakat banyak sumber pengetahuan yang mungkin guru sendiri belum mengetahuinya.
  4. Kenyataan menunjukkan bahwa masyarakat membutuhkan orang-orang yang terdidik dan anak didik pun membutuhkan masyarakat.

KESIMPULAN
Pendidikan selalu diarahkan untuk pengembangan nilai-nilai kehidupan manusia. Dalam pengertian manfaat yang ingin dicapai oleh manusia di dalam hidupnya. Jadi, apa yang ingin dikembangkan merupakan apa yang dapat dimanfaatkan dari arah pengembangan itu sendiri. Kendati pun demikian, pendidikan tidak bisa lepas dari efek-efek luar yang saling mengaruhi keberadaannya, terutama bagi masyarakat sekitarnya yang mempunyai hubungan saling ketergantungan.

Pengaruh sekolah terhadap masyarakat pada dasarnya tergantung kepada luas tidaknya produk serta kualitas output pendidikan (sekolah) itu sendiri.

Semakin besar output sekolah tersebut dengan disertai kualitas yang mantap, dalam artian mampu mencetak sumber daya manusia (human resources) yang berkualitas, maka tentu saja pengaruhnya sangat positif bagi masyarakat.

Ada 4 macam yang bisa dilakukan oleh sekolah terhadap perkembangan pengaruh tersebut :

  1. Mencerdaskan kehidupan masyarakat.
  2. Membawa virus pembaharuan bagi perkembangan masyarakat.
  3. Melahirkan warga masyarakat yang siap dan terbekali bagi kepentingan kerja di lingkungan masyarakat.
  4. Melahirkan sikap positif dan kontruktif bagi warga masyarakat, sehingga tercipta integrasi sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

Sekolah merupakan salah satu lembaga masyarakat yang didalamnya terdapat reaksi dan interaksi antara warganya. Warga sekolah meliputi guru, peserta didik, tenaga administrasi serta petugas sekolah.
Sekolah sebagai salah satu lembaga masyarakat maka perlu memperhatikan dan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :

  1. Menyesuaikan kurikulum sekolah dengan kebutuhan masyarakat.
  2. Metode yang digunakan harus mampu merangsang kehidupan riil dalam masyarakat.
  3. Menumbuhkan sikap pada murid untuk belajar dan bekerja dari kehidupan.
  4. Sekolah harus selalu berintegrasi dengan kehidupan masyarakat, sehingga kebutuhan keduanya terpenuhi.
  5. Sekolah seharusnya dapat mengembangkan masyarakat dengan cara mengadakan pembaruan tata kehidupan masyarakat.

Dalam kaitannya kerja sama dalam pendidikan antara lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat, kesemuanya tertuju pada satu tujuan umum yaitu membentuk peserta didik mencapai kedewasaan, sehingga mampu berdiri sendiri dalam masyarakat sesuai nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di lingkungan masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Tirtaraharja, umar, 2005, Pengantar Pendidikan, Jakarta: PT. Rineka Cipta
Salam, Burhanudin, 1997, Pengantar Pedagogik, Jakarta: PT Rineka Cipta
Ihsan, Fuad, 1997, Dasar-Dasar Kependidikan, Jakarta:PT. Rineka Cipta
Purwanto, Ngalim, 1995, Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Mohammad Noor Syam, Filsafat Pendidikan dan Dasar Filsafat Pendidikan Pancasila, 1996, Surabaya: Usaha Nasional.
M. Djumberansyah Indar, 1994, Filsafat Pendidikan, Surabaya: Karya Abditama

One thought on “pengaruh timbal balik antara orangtua, sekolah dan masyarakat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s